“Luas lahan pertanian hanya 18 ribu hektar, selama 2024 ini beras yang kita produksi mencapai 43 ton lebih, dengan rata-rata 5 ton lebih per hektar,”ungkapnya.
Meski demikian, dihadapan Wakil Mentri Transmigrasi RI Viva Yoga, Bupati mengaku masih keterbatasan fasilitas pada daerah transmigrasi, seperti infrastruktur jalan, jalan produksi, jalan pemukiman, jembatan penghubung, dan irigasi.
Selain itu, kebutuhan lainnya, yakni mesin panen, mesin penggilingan padi, dianggap sebagai kebutuhan yang mendasar untuk pengembangan produksi padi sawah.
“Dengan kehadiran Wamen Transmigrasi Ini, kami berharap aspirasi masyarakat Halmahera Utara dapat tersampaikan dan segera direspons, sebab masih banyak kebutuhan, terutama pada pengembangan ekonomi,”tutur Piet.
Selain itu, Lanjut Dia, Pemerintah daerah juga menargetkan, kawasan transmigrasi di Kao barat, dapat dikembangkan menjadi kawasan Kota Terpadu Mandiri (KTM).
“Kita juga bisa wilayah toliwang dijadikan kota terpadu mandiri, tapi itu kita masih mengingat jumlah transmigran dan potensi lahan yang tersedia,”jelasnya





