Ditempat yang sama, Kepala Desa Tanjungrejo, Sukanto, mengatakan, aksi ini merupakan upaya terakhir warga menuntut pabrik agar menepati janji
Apabila tuntutan warga tidak dipenuhi, Lanjut Kades, maka lokasi pabrik itu akan ditutup permanen dan mengembalikan jalan yang selama ini dilewati PT SJB menjadi tanah bengkok desa.
“Aksi ini untuk meminta PT SJB segera membangun jalan sesuai kesepakatan. Jika tidak, kami tidak akan mengizinkan pabrik beroperasi,”ancamnya
Situasi ini menunjukkan ketegangan yang semakin meningkat antara warga dan PT SJB, menyusul dugaan pengoperasian pabrik yang belum mengantongi izin lingkungan resmi hingga menimbulkan keresahan masyarakat sekitar.
Dengan ditutupnya akses pabrik secara paksa, operasi PT SJB kini terancam berhenti hingga solusi yang memuaskan warga dapat tercapai
Warga juga berjanji akan terus memperjuangkan haknya demi kenyamanan dan keamanan lingkungan sekitar pabrik





