Aksi perlawanan pun dilakukan oleh Husein, salah satu koordinator penggalangan donasi. Namun ia kalah jumlah
“Tolong polisi amankan, polisi tugase apa, jangan ada yang menghalangi,”ungkap Riyoso
Selang beberapa saat, inisiator penggalangan donasi lainnya, Supriyono datang dan langsung menggedor truk Satpol PP.
Ia langsung naik truk dan mencoba menurunkan sejumlah donasi yang sudah berada diatas truk
Namun, upaya paksa itupun tetap dilakukan oleh Satpol PP dan langsung membawa ratusan air mineral ke kantor Satpol PP Pati
“Ini donasi dari masyarakat, jangan asal bawa, ini namanya merampas,”ucap pria yang akrab disapa Botok
Menurutnya, Aksi penggalangan Donasi ini sudah ada ijin pemberitahuan ke Polresta dan Bupati Pati, sehingga Satpol PP tidak boleh asal ambil
“Kami sudah kirim surat pemberitahuan penggalangan Donasi ke Pak Kapolresta dan Pak Bupati, dan pengangkutan paksa air mineral ini dianggap arogan,”sesalnya
Donasi yang diangkut paksa ini, Lanjut Dia, Adalah hasil sumbangan dari masyarakat, jadi itu merupakan amanah yang harus dijalankan untuk aksi 13 Agustus
“Kita akan tetap Galang donasi, kalau ada tindakan seperti ini lagi akan kita lawan, karena kenaikan PBB 250 persen itu menyalahi Perda, harusnya dirapatkan dulu, jangan terkesan menguntungkan Bupati,”ucapnya
“Dengan adanya tindakan ini, kami akan tambah semangat, dan kami akan terus berjuang untuk kepentingan masyarakat,”tambahnya





