Ratusan Warga Geruduk Ponpes Ndholo Kusumo, Desak Ditutup Buntut Dugaan Pencabulan 50 Santriwati

“Ini sudah mencoreng nama pesantren di Pati, karena kita tahu pesantren di Pati banyak. Kami akan kawal proses hukum sampai di persidangan,” ujarnya.

Di lokasi yang sama, perwakilan pemuda Tlogosari, Nawawi, mengaku resah dengan perbuatan AS. Ia menyebut tindakan itu telah mencoreng nama ponpes, warga Tlogosari, dan Nahdlatul Ulama.

“Informasi yang dilakukan AS itu sudah lama, hanya saja banyak ancaman yang dilakukan kepada para santriwati di Ponpes Ndholo Kusumo,” ucapnya.

Nawawi menambahkan, pelaku kerap mengancam balik dengan fitnah atau menyebarkan nama baik korban.

Ia menyebut AS sebenarnya sudah lama tidak diterima masyarakat Desa Tlogosari, namun selalu mendapat dukungan dari luar, bahkan ada bekingan.

“Sebenarnya kasus ini sudah lama. Banyak penyimpangan yang dilakukan AS, misalnya penipuan, pemerasan, dan pelecehan seksual,” cetusnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *