HALUT, zonasatu.net || Sebanyak 20 pendaki terjebak saat Gunung Dukono di Halmahera Utara, Maluku Utara, mengalami erupsi. Dari jumlah tersebut, 17 pendaki berhasil dievakuasi tim gabungan, sementara 3 orang dilaporkan meninggal dunia.
Para pendaki terdiri dari 9 warga negara asing asal Singapura dan 11 warga negara Indonesia. Mereka berada di kawasan puncak saat erupsi terjadi.
“Dari total 20 pendaki, 9 orang WNA dan 11 WNI. Sementara 2 WNA dan 1 WNI masih dalam proses evakuasi, 17 orang sudah dievakuasi oleh tim gabungan,” jelas sumber di lapangan.
Tiga pendaki yang dilaporkan meninggal dunia yakni Heng Wen Qiang Timothy (30) WNA Singapura, Shahin Muhrez bin Abdul Hamid (27) WNA Singapura, dan Enjel (WNI). Ketiganya masih dalam proses evakuasi dari puncak.
Selain korban meninggal, sejumlah pendaki mengalami luka-luka akibat terjangan material vulkanik dan cuaca ekstrem. Tiga WNA asal Singapura mengalami luka ringan. Enam pendaki lain juga cedera ringan. Dua pendaki lokal turut terluka, termasuk seorang porter yang mengalami dislokasi bahu kanan.
Kapolres Halmahera Utara, AKBP Erlichson Pasaribu, mengatakan proses evakuasi tiga korban meninggal masih berlangsung dan menghadapi kendala berat akibat aktivitas vulkanik yang masih tinggi.
“Tim evakuasi terus berupaya mengevakuasi korban meninggal dunia yang masih berada di puncak Gunung Dukono,” kata Erlichson, Jumat (8/5/2026).
Daftar Pendaki Gunung Dukono
Korban Selamat Warga Negara Asing:
1. Toh Yu Ming Eugene, L, Singapura, 30 tahun
2. Ong Shilin Selene, P, Singapura, 37 tahun
3. Phoebe Lim, P, Singapura, 33 tahun
4. Loh Hui En Iris, P, Singapura, 31 tahun
5. Tan Jia Yi Geraldine, P, Singapura, 30 tahun





