PATI, zonasatu.net || Banjir rob di Kecamatan Margoyoso dan Tayu kembali memukul petani tambak. Air pasang membuat usaha mereka merugi
Anggota DPRD Pati Muntamah menyoroti dampaknya langsung ke bibit dan modal. Saat rob datang, biaya operasional hilang, bibit benih nila ikut hanyut.
“Tidak ada biaya operasional, dan bibit benih juga hilang. Petani sudah keluar modal, tapi panen gagal karena rob,” kata Muntamah
Ia menyebut kerugian itu bukan salah petani. Bencana alam yang terjadi membuat risiko usaha tambak jadi berlipat ganda setiap musim pasang.
Muntamah berharap pemerintah memberi perhatian serius. Ia mengibaratkan petani tambak seperti korban kecelakaan: “Diibaratkan petani terkena Fuso dapat bantuan. Petani tambak juga sama-sama masyarakat Pati, masyarakat Indonesia yang harus dilindungi haknya.”ujar Muntamah





