Dukung Swasembada Gula, Wakil Ketua DPRD Pati Suhardi Dorong Program Bongkar Raton

Namun Hardi mengakui, pelaksanaan program bongkar raton membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Hal ini menjadi salah satu tantangan utama di lapangan yang harus dicarikan solusinya bersama.

“Biayanya cukup tinggi. Per hektare untuk bibit saja sekitar 100 kwintal. Belum lagi biaya traktor, biaya tanam dan lain-lain,” jelasnya.

Secara keseluruhan, ia memperkirakan kebutuhan dana untuk program bongkar raton mencapai sekitar Rp20 juta per hektare. Angka ini belum termasuk perawatan hingga masa panen.

“Memang membutuhkan biaya yang banyak, sekitar Rp20 juta per hektare. Karena itu dukungan dan bantuan dari pemerintah sangat diperlukan agar petani mau dan mampu melaksanakan,” tegasnya.

“Kalau bantuan bibit dan pupuknya ada, petani pasti tertarik. Target kita bagaimana lahan tidur dan lahan kurang produktif bisa dimanfaatkan untuk tebu, sehingga produksi gula di Pati bisa naik dan ikut menyukseskan swasembada gula,”sambungnya

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *