Politisi Fraksi PDIP dari Dapil 3 Batangan, Juwana, Trangkil dan Wedarijaksa itu menyebut harga BBM Rp30 ribu per liter sebelumnya sangat memberatkan nelayan, sehingga banyak yang enggan melaut.
“Kami mengapresiasi kebijakan pemerintah pusat untuk menurunkan harga BBM kapal hingga Rp15 ribu per liter. Ini bentuk perhatian nyata untuk para nelayan,” kata Sudi.
Ia menjelaskan, tingginya harga BBM beberapa waktu lalu membuat aktivitas melaut di Juwana nyaris lumpuh. Banyak nelayan memilih bertahan di darat karena khawatir merugi.
Sudi berharap, dengan adanya penurunan harga BBM, para nelayan Juwana bisa kembali melaut dengan tenang. Aktivitas penangkapan ikan pun diharapkan kembali normal sehingga pasokan ikan di pasar ikut stabil.
“Kami berharap kebijakan ini konsisten. Jangan sampai harga naik lagi, karena nelayan butuh kepastian,” pungkasnya.





