Menurutnya perbedaan pendapat adalah hal wajar dalam demokrasi. Namun penyampaian pendapat harus tetap mengedepankan tata krama, ketertiban, dan rasa tanggung jawab bersama.
“Kami sepakat untuk ikut menjaga Pati tetap kondusif. Jangan sampai ada pihak yang sengaja memancing keributan dan merusak suasana di daerah yang kita cintai ini,” tegasnya.
Widodo juga menyoroti pentingnya menjaga etika di ruang-ruang publik, termasuk di lingkungan DPRD Pati. Menyampaikan kritik dan aspirasi, lanjutnya, merupakan hak warga, tetapi harus dilakukan dengan cara yang santun.
“Silakan menyampaikan pendapat. Itu sah. Tapi jangan sampai merusak nilai demokrasi dengan mengatasnamakan rakyat. Kritik harus disampaikan tertib, bermoral, dan beradab,” ujarnya.
Ia mengajak seluruh elemen masyarakat menahan diri dan mengutamakan kepentingan bersama. Perbedaan pandangan sebaiknya dijadikan jalan mencari solusi, bukan pemicu perpecahan.
“Pati adalah rumah kita bersama. Mari kita jaga agar tetap aman dan nyaman. Kritik tetap penting, namun harus disertai niat membangun dan tanggung jawab,” pungkas Widodo.
Melalui Jumat Berkah ini, Yakuza berharap kegiatan sosial tidak berhenti di satu agenda. Organisasi ini ingin terus hadir di tengah masyarakat, berbagi, sekaligus turut menjaga kerukunan sosial di Kabupaten Pati.





