Bupati Piet mengatakan, kunjungan ke BWS merupakan bagian dari upaya Pemda untuk memastikan seluruh program berjalan selaras dengan kebutuhan masyarakat Halmahera Utara.
“Sejak dua tahun ini banyak program yang masuk. Tahun ini ada kucuran dana sekitar Rp100 miliar untuk pembuatan irigasi di Halmahera Utara,” ungkap Piet.
Ia menegaskan, program yang dijalankan di Halmahera Utara benar-benar menyasar kebutuhan masyarakat. Ke depan, Pemda menargetkan Halmahera Utara tidak hanya dikenal sebagai Kabupaten Kelapa, tetapi juga menjadi lumbung padi di Provinsi Maluku Utara.
“Apalagi tahun ini ada penambahan cetak sawah sebanyak 1.067 hektar. Tentunya harus didukung irigasi yang menjadi bagian tugas BWS Provinsi Maluku Utara,” jelas Bupati.
Piet berharap koordinasi antara BWS dan Pemda Halmahera Utara terus diperkuat. Selama ini, kata dia, sudah terbangun sinergi yang baik antara Dinas PUTR dan Dinas Pertanian dalam menyinkronkan usulan program daerah.
“Dengan tambahan seribu hektar sawah, ini menjadi kolaborasi antara sektor pertanian dan perkebunan. Kelapa hari ini masih jadi primadona, ke depan kita kembangkan juga bidang pangan,” tuturnya.
Atas nama Pemerintah Daerah dan masyarakat Halmahera Utara, Bupati Piet menyampaikan apresiasi kepada Kepala BWS Maluku Utara beserta jajaran. Ia berterima kasih atas dukungan berbagai program pembangunan dan perbaikan yang telah dipaparkan dalam pertemuan tersebut.





