Mukit juga mengingatkan agar cinta kepada Nabi tidak hanya sebatas di bibir. Umat harus membuktikannya lewat tindakan nyata sehari-hari.
“Cinta kepada Rasulullah jangan hanya diucapkan. Tapi harus terlihat dari akhlak kita, dari cara kita memperlakukan orang lain,” tegasnya.
Ia melihat saat ini banyak tantangan seperti mudah terprovokasi, kurang sabar, dan lemahnya empati sosial. Karena itu meneladani kesabaran dan kebijaksanaan Nabi menjadi sangat penting.
“Di tengah perbedaan pendapat dan arus informasi yang cepat, kita butuh meneladani cara Rasulullah menyikapi persoalan dengan tenang dan bijak,” kata Mukit.
Politisi Partai Demokrat itu juga berharap peringatan Maulid bisa menjadi ajang mempererat silaturahmi. Momen berkumpul bisa dimanfaatkan untuk saling menguatkan dan berbagi kebaikan.
“Jadikan Maulid ini sebagai penguat persaudaraan. Saling mengingatkan, saling mendukung, agar kerukunan di Pati tetap terjaga,” ucapnya.
Di akhir, Mukit berdoa agar seluruh umat diberi kekuatan untuk istiqamah menjalankan sunnah Rasulullah.
“Semoga Allah SWT memberi kita kekuatan untuk mengikuti jejak Rasulullah dan kelak kita mendapatkan syafaat beliau,” pungkasnya.





