HALUT, zonasatua.net || Memasuki puncak musim kemarau, Pemerintah Daerah Kabupaten Halmahera Utara terus mengencangkan kewaspadaan terhadap potensi Kebakaran Hutan dan Lahan atau Karhutla.
Wilayah ini kini bahkan sudah diselimuti asap akibat kebakaran yang terjadi di sejumlah titik.
Berdasarkan data terbaru, terdapat 26 titik rawan Karhutla yang tersebar di Halmahera Utara. Kondisi ini membuat Pemda bergerak cepat untuk melakukan langkah antisipasi.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah atau BPBD Halut mencatat, penanganan api telah dilakukan di 10 kecamatan yang terdampak. Kebakaran meluas hingga ke 40 desa dengan estimasi luas lahan terbakar mencapai 300 hektar
Untuk merespons situasi tersebut, Pemda Halmahera Utara menggelar rapat koordinasi bersama Forkopimda. Rapat berlangsung di Ruang Rapat Fredy Tjandua, Rabu (26/8/2026).
Sekda Halmahera Utara, E.J. Papilaya, menegaskan bahwa pemerintah daerah sudah memetakan wilayah rawan. Dari hasil pemetaan, ada 4 kecamatan dengan 26 titik yang paling berpotensi terjadi kebakaran.
“Wilayah ini harus menjadi prioritas penanganan. Kita tidak bisa menunggu sampai api membesar baru bergerak,” tegas Sekda.
Sebagai langkah cepat, Pemda mendorong pembentukan Satgas Desa di setiap wilayah rawan. Satgas ini akan melibatkan TNI, Polri, pemerintah desa, dan masyarakat. Penguatannya dilakukan melalui Surat Keputusan Kepala Desa.





