“Satgas desa harus segera dibentuk dan aktif. Keterlibatan masyarakat sangat penting agar deteksi dini bisa dilakukan sejak awal,” ujar Papilaya.
Dalam rapat tersebut juga disepakati sejumlah strategi penanganan terpadu. Di antaranya pembagian zona rawan, pengaturan personel secara terpusat, pemutusan jalur penyebaran api, serta penguatan komunikasi antar instansi.
“Kita bentuk grup komunikasi lintas instansi, siapkan kendaraan yang standby di tiap zona, dan kelola data kebakaran melalui satu pintu di BPBD,” jelasnya.
Pemda juga akan memperkuat sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat. Pembekalan khusus akan diberikan kepada anggota Satgas di 6 zona penanganan yang telah ditentukan.
Papilaya menekankan pentingnya menyusun dan menyempurnakan protap penanganan dan pemadaman kebakaran. Dokumen ini akan menjadi pedoman bersama bagi semua unsur yang terlibat di lapangan.
“Intinya kita bangun satu pola: satu koordinasi, satu data, satu komunikasi, dan satu gerakan. Dengan begitu setiap kejadian bisa ditangani cepat, terarah, dan terpadu,” pungkas Sekda.
Dengan pembentukan Satgas dan penguatan sistem ini, Pemda Halmahera Utara berharap potensi Karhutla bisa ditekan. Keselamatan masyarakat dan kelestarian lingkungan menjadi prioritas utama di tengah musim kemarau tahun ini.





