“Jika ditemukan masyarakat yang membakar lahan secara liar, segera lakukan pencegahan dan laporkan ke Polsek atau Polres untuk ditindaklanjuti sesuai aturan,” ujar Letkol Ramdhani.
Ia menjelaskan, kewaspadaan harus ditingkatkan karena kondisi saat ini sangat rawan. Cuaca kemarau, suhu panas, dan angin kencang berpotensi mempercepat penyebaran api.
Untuk mempercepat penanganan, Kodim 1508/Tobelo menerapkan pola S3B: Siaga, Siap, dan Bergerak. Para Babinsa diminta selalu siap digerakkan dengan membawa ransel protap dan perlengkapan perorangan.
Selain penguatan personel, Kodim juga memperkuat koordinasi dengan Pemerintah Daerah Halut, Polri, BPBD, dan instansi terkait lainnya dalam upaya pencegahan dan pemadaman Karhutla.
Dandim menekankan bahwa pencegahan harus dimulai dari hulu. Kesadaran masyarakat menjadi kunci agar pembakaran lahan tidak meluas menjadi kebakaran besar.
“Kesiapan aparat di lapangan harus sejalan dengan kesadaran masyarakat. Jangan sampai aktivitas pembakaran kecil berubah menjadi bencana Karhutla yang merugikan banyak pihak,” pungkasnya.





