PATI, zonasatu.net || Puluhan anggota Gerakan Jalan Lurus atau GJL menggelar aksi demo di depan kantor DPRD Pati, Selasa (1/9/2026). Mereka menuntut agar tarif Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan atau BPHTB di Kabupaten Pati diturunkan.
Dalam orasinya, massa meminta BPHTB diturunkan dari 4 persen menjadi 2,5 persen. Bahkan mereka berharap tarifnya bisa ditekan hingga 1 persen.
Aksi tidak berlangsung lama. Massa kemudian diterima untuk audiensi di ruang paripurna DPRD Pati. Pertemuan dipimpin Wakil Ketua DPRD Pati Bambang Susilo dan Suhardi, serta didampingi Ketua Komisi B DPRD Pati Muslihan.
Koordinator GJL, Ali Yusron, mengatakan kenaikan BPHTB sangat memberatkan masyarakat di tengah kondisi ekonomi yang sulit.
“Tuntutan kami terkait Perda Nomor 1 Tahun 2024. Sekarang BPHTB di Pati 4 persen. Kami dorong tahun ini ada revisi di Komisi B menjadi 2,5 persen. Harapan kami bahkan 1 persen,” ujarnya.
Ia meminta Pemkab Pati membuat aturan yang berpihak pada masyarakat. Meski batas maksimal BPHTB dalam PP adalah 5 persen, menurutnya pemerintah daerah harus bijak dalam menetapkan tarif.
“Jangan sampai melanggar aturan pusat dan daerah. Kalau sekarang 4 persen, masyarakat makin sulit. Ini yang kami protes,” tegas Ali.





