Tiga Kabupaten di Malut Siapkan Kolaborasi Ekonomi Biru-Hijau, Kasman Dorong Pertumbuhan dan Kesejahteraan

HALUT, zonasatu.net || Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara menggandeng Kabupaten Halmahera Timur dan Kabupaten Pulau Morotai untuk memperkuat kerja sama antar daerah. Tujuannya membangun sentra pertumbuhan baru berbasis ekonomi biru dan ekonomi hijau di Maluku Utara.

Kerja sama itu dibahas dalam Focus Group Discussion bertajuk “Kerja Sama Tiga Kabupaten sebagai Sentra Pertumbuhan Baru Ekonomi Biru-Hijau di Kawasan Provinsi Maluku Utara”.

Kegiatan digelar di Ruang Meeting Hotel Grandland, Senin 8 September 2026, dan dibuka langsung Wakil Bupati Halmahera Utara Kasman Hi Ahmad.

Dalam sambutannya, Kasman menyebut FGD ini menjadi momentum penting menyatukan gagasan dan menyamakan persepsi. Dari forum ini diharapkan lahir langkah strategis untuk mengembangkan potensi daerah secara terpadu dan berkelanjutan.

“Tiga kabupaten ini memiliki potensi sumber daya alam yang besar. Mulai dari kelautan dan perikanan, pertanian, perkebunan, pariwisata, kehutanan, hingga sektor ekonomi lainnya,” ujar Kasman.

Namun menurutnya, potensi besar itu tidak akan optimal jika dikelola sendiri-sendiri. Manfaatnya akan jauh lebih besar bila dikelola melalui kolaborasi dan kerja sama antardaerah.

“Potensi tersebut akan memberikan manfaat yang lebih besar apabila dikelola melalui kolaborasi dan kerja sama antarwilayah, bukan berjalan sendiri-sendiri,” tegasnya.

Kasman menegaskan, pengembangan ekonomi biru dan ekonomi hijau tidak hanya mengejar pertumbuhan ekonomi. Aspek keberlanjutan lingkungan, peningkatan kesejahteraan masyarakat, penciptaan lapangan kerja, dan penguatan ekonomi lokal juga harus menjadi prioritas.

Ia mencontohkan Halmahera Utara memiliki berbagai potensi yang bisa diintegrasikan dengan Halmahera Timur dan Pulau Morotai. Konektivitas antar daerah disebutnya bisa menjadi fondasi rantai ekonomi yang saling mendukung, mulai dari produksi, pengolahan, distribusi, hingga pemasaran.Wabup berharap FGD ini melahirkan program kerja sama yang konkret dan terukur. Bukan hanya berhenti pada konsep.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *