“Pekerjaannya tidak secepat seperti di kabupaten. Progresnya kurang menggembirakan. Kalau yang dikerjakan Pemkab, biasanya cepat selesai dan hasilnya juga rapi,” katanya.
Berdasarkan catatan Komisi C, proyek trotoar Jalan P. Sudirman dimulai sejak Juni 2026. Dengan durasi hampir tiga bulan, seharusnya capaian fisiknya sudah jauh lebih tinggi.
“Faktanya belum. Masih banyak titik galian yang belum ditutup, material berserakan, dan trotoar belum bisa digunakan pejalan kaki,” jelas Warjono.
Ia menegaskan bahwa kondisi ini sangat mengganggu para pejalan kaki. Mereka harus berhati-hati jika ingin melintas atau masuk di area pertokoan Untuk mempercepat penyelesaian,
Warjono meminta kontraktor menambah jumlah pekerja dan memperpanjang jam kerja. Pengawasan dari dinas teknis juga harus diperketat agar tidak ada lagi keterlambatan.
“Masyarakat berhak mendapat kepastian. Proyek ini harus segera tuntas dan tidak menjadi beban baru bagi warga Pati,” pungkasnya





