Sejauh ini, Masyarakat tidak ada yang tahu berapa volume dalam pekerjaan itu, padahal untuk pekerjaan proyek tersebut anggarannya cukup besar.
“Kami sebagai masyarakat juga butuh transparansi soal pekerjaan yang ada di desa kami, jangan terkesan ditutupi, karena bagiamanapun juga pekerjaan itu juga sumbernya dari kami, dari hasil pembayaran pajak ke pemerintah,”Sindirnya.
Sementara Sudarno, Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Pati ketika dikonfirmasi melalui pesan WhatsAppnya kurang merespon. Ia justru meminta agar wartawan ini untuk melakukan konfirmasi langsung ke bidang yang menaungi tanpa memberikan nomor telepon.
“Detailnya ke kantor nemui Pak Narto atau Mas Hasto bidang bina marga,”Singkatnya.
(Ar/Ws)





