Fataha menyarankan kepada wakil Bupati agar Insiden yang terjadi antara dua desa tersebut, Wakil Bupati Kepsul harus mencari tahu kronologisnya yang sebenarnya, karena sebagai seorang pejabat daerah tidak sepantasnya menjustis sesuatu tanpa ada dasar.
“Saya pikir bapak wakil Bupati harus mencari tahu dulu sedetail mungkin apa penyebab terjadinya konflik antara dua desa tersebut sampai memakan korban jiwa. Dicari tahu dulu sehingga tidak mengkambing hitamkan panitia turnamen STAI Cup. Pada dasarnya statemen Wabup di media itu sangat keliru,”tuturnya.
Selain itu, Fataha juga menjelaskan bahwa insiden tersebut tidak terjadi dilokasi lapangan bola disaat jalannya pertandingan, akan tetapi kejadian itu terjadi di desa yang berbeda. Olehnya itu, wakil Bupati harus mengunakan cara analisa yang baik dan tidak secara sepihak melemparkan kesalahan atau menuduh panitia STAI Cup sebagai pemicu.
“Kami meminta kepada wakil Bupati untuk menarik kesimpulan dalam melihat peristiwa tersebut, serta harus mengklarifikasi apa yang sudah disampaikan, karena menurut saya statemen Wabup itu cukup mengganggu ketenangan kami Panitia turnamen STAI Cup dan cukup mengandung makna provokatif. Beliau merupakan pejabat publik tidak seharusnya berstatemen seperti itu,”tegasnya. (Drakel:05/RedZ1).





