Tanaman Padi Kerdil Dan Hampa, Petani Di Tayu Resah

Ia mengaku sudah melakukan sosialisasi ke petani untuk menggunakan pupuk organik, dan dolomit tambahan, karena dikawatirkan tanah milik petani ini mengandung asam, atau roling varietasz

Permasalahan itu, Lanjut Arif, Terjadi karena pengolahan tanahnya yang tidak bagus, apalagi para petani kebanyakan bibitnya beli, padahal seharusnya ketika bibit beli untuk tanahnya setelah di traktor harus didiamkan dulu, tidak langsung ditanam.”Biasanya petani ini setelah beli bibit langsung ditanam, sehingga pertumbuhannya kurang sehat, karena kondisi tanah masih panas, seharusnya ada proses beberapa hari dulu untuk memperbaiki tanahnya. Kemarin kita sudah cek di lapangan, dan tanahnya juga masih normal, dan saran saya ke petani agar menggunakan pupuk organik dan dolomit, karena itu daerah pesisir, kadang tanahnya kecampuran air laut,”Tambahnya.

Terpisah, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati Sukarno mengaku prihatin dengan kondisi tanaman padi yang saat ini terserang virus yang dibawa oleh hama wereng.”Sebelumnya banyak petani yang gagal panen akibat banjir, dan saat ini dengan kondisi curah hujan tinggi, tanaman juga sangat rentan,”Katanya.

Ia juga mengarahkan agar para petani bisa mencoba menggunakan biosoka, Karena itu bisa menekan kebutuhan pupuk kimia hingga 50 persen.”Kalau tanaman ini asem-aseman atau pH rendah, itu bisa menghambat pertumbuhan, jadi alangkah bagusnya mencoba biosoka, karena dia mempunyai daya tumbuh yang luar biasa,”Jelasnya.
(ADV-Ws/Z1)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *