PATI, zonasatu.net– Bencana banjir akan selalu menjadi keresahan warga, terlebih jika banjir itu tidak surut dalam berhari-hari atau bahkan berminggu-minggu. Karena tak jarang, masyarakat yang terdampak banjir akan mengalami penyakit gatal-gatal, diare, demam berdarah atau yang lain.
Namun, yang perlu diwaspadai lagi adalah penyakit bakteri menyebar melalui air seni hewan yang terinfeksi atau Leptospirosis.
Penyakit ini biasanya berasal dari kencing tikus yang menyebar melalui beberapa media termasuk genangan air, dan akan meresap melalui kulit yang lecet atau selaput lendir pada saat kontak dengan banjir atau genangan air sungai hingga selokan dan lumpur.
“Perlu diwaspadai, Leptospirosis ini banyak ditemukan di daerah yang terdampak banjir, dan sejauh ini ada belasan kasus ditemukan,”Ungkap Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Pati Aviani Tritanti Venusia Jumat (10/3/2023).
Dikatakan, Penyakit ini akan meresap pada kulit atau tubuh yang mengalami luka atau lecet. Karena tanpa disadari, biasanya penyakit itu akan langsung meresap melalui air yang sudah terkontaminasi, dan akan berpotensi timbulnya penyakit yang berasal dari bakteri tersebut.
“Penyakit Leptospirosis memiliki gejala biasanya diawali dengan nyeri pada otot betis, dan gangguan pada tubuh lainnya, gejalanya demam seperti meriang, dan kayak flu biasa. Lalu, tubuh jadi lemas, mata memerah, sakit kepala, kulit mulai terlihat nampak menguning,”Ujarnya.





