Ratusan Nelayan Tradisional Ikuti Larung Sesaji Di Laut

PATI, zonasatu.net– Larung sesaji merupakan budaya yang sudah turun temurun bagi para nelayan tradisional di wilayah Kecamatan Tayu dan sekitarnya. Budaya itu tidak pernah ditinggalkan dan selalu menjadi agenda tahunan.

Para nelayan meyakini bahwa acara Larung sesaji atau sedekah laut ini, dilaksanakan sebagai wujud syukur atas nikmat Tuhan berupa rezeki, keselamatan serta hasil alam yang melimpah, hasil bumi maupun laut.

Perayaannya pun pada agenda-agenda sebelumnya selalu dibuat meriah, namun para nelayan tradisional di wilayah Tayu kali ini, tahun 2023 hanya membuat perayaan seadanya atau sederhana.

Budaya larung sesaji ini selalu dilaksanakan pada bulan Rajab, tapi karena terbentur anggaran dari Pemerintah yang sebelumnya selalu mensuport, baru bisa dilaksanakan pada bulan Ruwah.

“Sebelum masa Covid 19, banyak hiburan yang dirayakan, seperti dangdutan, ketoprak, wayang, tahlilan dan lain-lain, namun kali ini kita hanya melakukan pelarungan atau pelepasan sesaji di lautan Jawa dan pelaksanaan doa saja,”Ungkap Koordinator KUB Bino Makmur Desa Sambiroto Kecamatan Tayu Rochim usai melakukan pelarungan, Sabtu (11/3/2023).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *