“Sifat dari batu gamping itu adalah poros. Ketika terkena air sedikit pasti langsung ke bawah. Sebab, tidak ada penahan air seperti pohon besar disana,” tandasnya.
Irawan juga mencotohkan bencana banjir yang terjadi di daerah Prawoto. Padahal Prawoto datarannya tinggi, namun terkena dampak banjir.
“Orang menganggap itu karena kegiatan penambangan. Tidak ada sedikitpun lahan bukan izin pertambangan di Prawoto. Baik itu ilegal maupun legal,”Tangkisnya.
Sebelumnya, Anggota Komisi A Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati Warsiti mengaku bahwa salah satu dampak terjadinya banjir di Kabupaten Pati disebabkan gundulnya hutan di pegunungan kendeng, bahkan adanya tambang legal maupun non legal.
Apabila itu dibiarkan, Maka Kata Warsiti, akan berpengaruh kerusakan lingkungan, sedangkan selama ini masyarakat tidak pernah berpikir ke depan itu nanti bagaimana.
“Marilah bersama-sama bersama Pemkab bagaimana kendeng bisa lestari, karena yang katanya banjir kemarin, itu juga dampak kendeng yang digunduli, sehingga air meluber ke desa dan menyebabkan banjir, dengan adanya kesadaran masyarakat, maka itu nanti bisa terminimalisir,”Tambahnya.
(ADV-Ws/Z1)





