Kalaupun yang dilapangan melakukan kesalahan, itu sudah ada lembaga yang mengurus yaitu PSSI
“Pertandingan antar kampung (tarkam) itu jangan melakukan anarkis, termasuk liga 1, 2, 3, harusnya bisa memberikan contoh yang baik pada anak-anak muda, jangan emosinya didulukan lalu melakukan pemukulan,”singgungnya
Joni juga mendesak agar permasalahan pemukulan wasit ini bisa diproses secara hukum. Hal itu dilakukan agar ada efek jera pada pemain bola
“Saya terus terang prihatin, kalau sepak bola yang ada hanya berkelahi dan berkelahi, bagaimana kita bisa masuk olimpiade, itu kan malu-maluin, boleh emosi, tapi cukup lampiaskan di mulut, jangan pakai fisik,”terangnya
Diketahui, Aksi pengeroyokan wasit terjadi dalam sebuah turnamen sepakbola tarkam di Kabupaten Semarang banyak mendapat sorotan
Dalam ajang itu mempertemukan PS Putra Bakti dari Desa Patemon dengan PS Ar Rafi Ampel dari Kabupaten Boyolali.
Beberapa pemain profesional Liga 1 turut meramaikan ajang itu, diantaranya Bayu Pradana, Bagus Kahfi, Bagas Kaffa, Joko Ribowo, Wahyu Prasetyo, Heru Setyawan, hingga mantan kapten Timnas Indonesia, Wahyu Wijiastanto ikut ambil bagian
Kericuhan terjadi saat wasit yang memimpin pertandingan, Hadi Suroso, mengeluarkan kartu merah dan menunjuk titik putih untuk PS Ar Rafi.
Hal itu pun lalu membuat Pemain-pemain PS Putra Bakti naik pitam dan mengejar wasit karena tidak terima dengan keputusan wasit





