PATI, zonasatu.net || Aliansi Santri Pati untuk Demokrasi (Aspirasi) mendatangi Polresta Pati, Kamis (14/5/2026), untuk mendampingi laporan satu korban dan satu saksi dugaan pencabulan di Pondok Pesantren Ndholo Kusumo, Desa Tlogosari, Kecamatan Tlogowungu, Pati.
Ketua Presidium Aspirasi, Gus Tomi, mengatakan kedatangan ini sesuai janji untuk mengawal korban yang datang ke posko.
“Sesuai janji, kami datang dan akan mengawal korban yang datang ke posko. Hari ini kami ke Polresta untuk membuat laporan,” ujarnya.
Gus Tomi meminta masyarakat tidak menyematkan stigma buruk kepada pesantren hanya karena ulah oknum. Menurutnya, pesantren memiliki jasa besar bagi bangsa, termasuk melahirkan tokoh-tokoh nasional.
Ia juga mendorong korban untuk berani bersuara. Diamnya korban, kata dia, bisa membuat pelaku mendapat hukuman ringan atau bahkan bebas.
“Untuk para korban, kalau kemarin jenengan dikecewakan oleh oknum dari pesantren, maka perkenankan kami dari keluarga pesantren untuk membantu, mendampingi, dan memulihkan trauma jenengan,” katanya.
Saat ini Aspirasi mencatat satu korban dan satu saksi yang berani melapor. Jumlah itu disebut berpotensi bertambah.





