“Memang target kami, semua produk hasil olahan pertanian itu harus memiliki ijin badan POM,”jelasnya.
Pelatihan Pengolahan hasil pertanian, kata Nofriani, Fatayat Nahdatul Ulama Halmahera Utara menjadi program utama.
Bahkan, setiap peserta yang ikut pada pelatihan tersebut yakni generasi milenial untuk berkreasi pada produk pertanian.
“Pelatihan ini program utama kami, tetapi kami targetkan bagi generasi milenial, untuk bisa menciptakan usaha kecil menengah,”aku Nofriani.
Adapun untuk struktur kepengurusan pengelolaan BLK yakni kepala pengelola BLK Faradila Lamburu, bendahara Iklima Hi Kamal, sekretaris Julaiha Alting.
Instruktur, Fariani R Bahmid, Lanny Malik, admin Magfira R Bahmid.
Sekeder informasi, Fatayat Nahdatul Ulama sebelumnya dipimpin oleh sahabati Rusni Ibrahim.
Namun karena Rusni terlilih sebagai anggota Bawaslu Halmahera Utara, maka jabatan ketua diberikan kepada Nofriani Konofo sebagai pelaksanaan tugas (PLT).
Diketahui, kehadiran BLK sendiri di bangun di masa Ketua Rusni Ibrahim, dan saat ini untuk progres lainnya telah disiapkan, berupa tanah untuk pembangunan sekretariat parmanen Fatayat NU Halmahera Utara.





