Ia mengaku, jarak antara rumahnya dengan kandang ayam petelur kurang lebih 15 meter. Sehingga Nurmawati khawatir jika kesehatan anak-anaknya bisa terganggu.
“Saya sering pusing dan muntah saat mencium bau dari kandang ayam. Saya minta diberhentikan usahanya, kalau tidak bisa ya kandang ayam harus dipindah dari sini,” jelasnya.
Warga setempat, Darwati (65) mengungkapkan, bahwa cucunya yang baru lahir harus ke rumah sakit karena udara disana sudah tercemar oleh bau tak sedap dari kandang ayam petelur itu.
“Cucu saya lahir dibawa ke rumah, jelang seminggu cucu saya dilarikan ke rumah sakit karena udaranya sudah tidak bagus. Sehingga cucu saya sudah tidak tinggal bersama saya,” tuturnya.
Sementara itu, Kasatpol PP Kabupaten Pati, Sugiyono menyampaikan, pihaknya kemarin sudah mendatangi lokasi kandang ayam petelur untuk melakukan pengecekan
“Kami dapat aduan dari masyarakat. Kemudian kita gerak cepat. Kita datangkan tim kesana untuk mengecek ke lokasi.”ujarnya
Pihaknya akan mengadakan rapat dengan pihak DLH dulu untuk membahas masalah kandang tersebut
“Nanti kita rapat dulu dengan DLH, karena ini menyangkut kesehatan, polusi dan lingkungan warga sekitar,”tambahnya





