IMS Tidak Pernah Gusur Lahan, Justru Paling Depan Ganti Rugi Masalah Lahan Peninggalan Elang-Rahim

“Kesepakatan lisan itu telah diketahui seluruh masyarakat /petani di desa sosowomo dan Tilope, yang melakukan usaha pertanian diatas lahan dan lokasi tersebut, sehinngga ketika akan digunakan kembali oleh Pemda tidak terjadi protes karena telah ada kesepakatan dan pelibatan masyarakat dalam pengelolaan food estate,”katanya

Lanjut Hamdan, IMS menjabat selama 1,7 tahun tidak pernah melakukan penggusuran lahan, justru menjadi paling depan menyelesaikan masalah penggusuran lahan tanpa ganti rugi yang ditinggalkan kepemimpinan elang rahim.

Justru, faktanya penggusuran lahan dan tanaman tahunan tanpa ganti rugi sangat masif terjadi di masa kepemimpinan Elang Rahim ketika pengadaan tanah untuk pembangunan infrastruktur umum

Banyak lahan yang tidak dibayar seperti terjadi di Dotte Weda Timur, Banemo-Sibenpopo Patani Barat, di Gemia Patani Utara, dibiarkan sampai Masyarakat mengamuk dan menuntut pembayaran.

Tak hanya itu, pada masa kepemimpinan Elang Rahim terjadi masalah lahan pembangunan GOR Fagogoru dengan mengkambinghitamkan pihak tertentu lalu korbankan oknum ASN dipenjarakan.

“Pembiaran masalah lahan tanpa ganti rugi oleh Elang Rahim ini dengan cepat diselesaikan IMS untuk mengembalikan hak dan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah,”ucapnya

Penggusuran lahan tanpa ganti rugi dibiarkan berlarut bahkan janji ganti rugi dari elang rahim tak kunjung dilaksanakan hingga berakhirnya masa jabatan meski masyarakat melakukan pemalangan jalan berjilid-jilid memajang tulisan “Bupati Paling Pangfoya Sedunia”

“Elang Rahim pelaku sebenarnya dari sejumlah masalah penggusuran lahan tanpa ganti rugi. Mereka berupaya menutup aib dengan menebar informasi bohong dan provokatif akibat kehilangan kepercayaan dan simpati secara drastis.,”bebernya

Hamdan juga berpesan agar lebih mengedepankan kampanye yang bertanggung jawab dan tidak melakukan provokasi, mengingat 3 pasangan calon secara bersama mendeklarasikan kampanye damai pada beberapa hari lalu.

“Kita berharap agenda kampanye ini masyarakat bisa mendapat edukasi politik dan memahami agenda pembangunan 5 tahun kedepan karena tidak sekedar menyebar berita burung dan kicau janji-janji tak kunjung ditepati apalagi dengan informasi hoax dan provokatif rentan kegaduhan dan konflik antar sesama” harapnya

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *