“Termasuk juga infrastruktur jalan juga terdampak, aktivitas truk pengangkut material tambang dengan muatan yang berat-berat itu mengakibatkan jalan rusak yang parah,” jelas Wakil rakyat yang berasal dari Daerah Pemilihan (Dapil) V tersebut.
Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Pati tersebut, juga menyatakan bahwa keberadaan tambang hanya dapat dinikmati segelintir orang. Sedangkan dampak kerusakan yang dihasilkan menjadi keresahan bagi masyarakat di sekitar tambang.
Selain itu juga, kerusakan jalan juga dianggap meresahkan bagi pengguna jalan yang melintasi jalur tersebut.
“Jadi hasil yang menikmati segelintir orang, tapi yang resah adalah masyarakat dan pengguna jalan,” tutupnya. (ADV/N3)





