“Program itu masih bergulir, dan tiap bulan kita masih ada rapat, ada pertanggungjawabannya juga,”ucapnya
Dijelaskan, Dari nilai modal Rp 7 milyar di tahun 2011-2014 lalu, masih ada peningkatan. Pasalnya, Dari yang semula modal pinjaman Rp 750 ribu, masih ada yang bisa berkembang
“Ada beberapa yang macet di kredit, dan itu ada beberapa kelompok, tapi wajar, namanya lembaga keuangan pasti ada yang macet,”katanya
Disinggung berapa yang macet, Edi tidak bisa menyebutkan, sebab itu yang tahu adalah pelaksana kegiatan. Ia mengaku hanya bertugas sebagai Ketua Badan Kerjasama Antar Desa (BKAD),
“Kalaupun ada sorotan dari publik bahwa program ini tidak jalan, itu kemungkinan karena adanya reorganisasi, kalaupun kendala itu pasti ada yang macet,”ucapnya
Edi menambahkan, Program PNPM-Mpd yang digunakan untuk SPP masih bergulir, dan masih bisa dipertanggung jawabkan
“Untuk sisa saldo saya tidak hafal, tapi direkening terakhir saya rapat masih Rp 1,5 milyar, itu rapat pada Oktober 2024 kemarin,”tandasnya





