Larung Sesaji Di Juwana Merupakan Tradisi Sejak Nenek Moyang

Kegiatan ini, Kata Dia, Sebagai wujud rasa syukur kepada Tuhan YME atas limpahan rezeki yang sudah diberikan

“Ini budaya warisan nenek moyang kita yang masih kita nguri-uri (jaga), kita lestarikan hingga sekarang. Kita modifikasi seperti sekarang sebagai bentuk syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa,”terangnya

Dikatakan, larung sesaji tadi terdapat dua miniatur kapal pencari ikan yang dilarung di laut lepas.

Setiap miniatur kapal ini berisi sesaji seperti kepala kambing dan hasil bumi

“Tadi kapal miniatur itu kita Larung di laut, dan ini kita lakukan sebagai wujud syukur kita,”tambahnya

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *