MOROTAI, zonasatu.net || Diler Nusantara Surya Sakti (NSS) cabang Pulau Morotai, Maluku Utara, diduga mafia Buku Kepemilikan Kendaraan Bermotor (BPKB) milik konsumen.
NSS yang beralamat di desa Darame Kecamatan Morotai Selatan itu diduga kuat menipu salah satu konsumen atas modus petugas sehingga kehilangan uang bernilai puluhan juta.
Konsumen Julyana Pabo yang mengaku korban penipuan mengungkapkan, awalnya ia membeli motor secara cas di diler NSS Morotai pada tanggal 21 Mei 2024 lalu.
“Itu saya beli cash dengan harga Rp 25.820.000, terus saya tanya STNK sama BPKB mereka bilang nanti di 3 bulan kedepan, terus 3 bulan saya datang lagi ke diler itu saya tanya BPKB motor tapi dong hanya kasih STNK saja, terus saya tanya BPKB nya kapan? mereka bilang nanti di 6 bulan baru bisa ambil,” ungkap kepada awak media, Jumat (2/5/2025) kemarin.
Setelah ia menunggu enam bulan yang di janjikan NSS. Ia bilang BPKBnya belum ada dan mulai mencurigai atas permainan itu
“Terus karena bertepatan saya butuh uang, jadi saya pikir kan di NNS pasti bisa pinjam uang. Jadi saya kontak ibu Achy karyawan di diler itu. Saya tanya ke dia apakah di diler bisa pinjam uang, kemudian ibu Acy bilang bisa dengan jaminan BPKB. Terus saya bilang BPKB motor saya belum dikasi dari NSS,” ceritanya.
Kata dia, karyawan Achy minta dirinya untuk berkoordinasi dengan Novy. Hanya saja ia diminta kembali untuk berkomunikasi dengan Fais, jadi dari hal ini saya sudah mencurigai ini ada permainan di diler NSS itu.
“Dari situ, saya dengan pak Fais berkomunikasi terkait pinjaman uang, dan uang yang saya pinjam itu Rp 8 juta, kemudian di tanggal 7 Desember 2024 Sekitar jam 3 itu pencairan dana sebesar Rp 8 juta sekaligus tata cara pembayarannya,” ujarnya.
Dalam perjalanan pinjaman uang itu, kemudian jatuh tempo di tanggal 7 Januari 2025 dan ia pun belum bisa bayar angsuran BPKB sebagai syarat pinjam uang itu.
“Di Tanggal itu saya belum bisa bayar angsuran, terus nanti di tanggal 11 baru saya bayar melalui rekening ibu Achy sebesar Rp 1.5 juta untuk angsuran pertama,”katanya
Karena sudah terlambat, sebelumnya Achy NSS datang di rumah desa Pangeo Kecamatan Morotai Jaya, dan dirinya belum bisa membayar angsuran BPKB lantaran uang yang ia harapkan dari gaji PPPK saat itu.





