Menurutnya, Kondisi keuangan daerah saat ini kian menjepit, tapi para pemegang amanah di parlemen lokal (DPRD) Morotai justru tampil glamor di ibu kota Jakarta.
Kata Dia, Sikap Ketua DPRD Morotai bersama beberapa wakil rakyat itu tampak larut dalam hiburan malam di Jakarta
Bahkan, mereka seolah lupa bahwa di Morotai masih banyak keuangan daerah yang harus di optimalkan dari pemerintah sebelumnya.
“Sikap para wakil rakyat di panggung hiburan adalah sesuatu yang menjijikkan. Karena apa yang hendak mereka tunjukkan dengan perilaku hedon di tengah sulitnya hidup rakyat,”ujarnya.
Patut disayangkan Lanjut Dia, para wakil rakyat ini tampaknya telah kehilangan empati dan mati rasa terhadap penderitaan rakyat.
“Mereka ini seakan tak ada kepekaan terhadap beban masyarakat Morotai yang semakin berat. Salah satunya rakyat memikul beban membayar utang PEN ke pemerintah pusat,” timpalnya.
Melihat itu. Kata dia, apakah perilaku seperti ini yang diharapkan dari mereka yang duduk di kursi terhormat hasil pilihan rakyat? Sungguh, ini adalah perbuatan yang tidak terpuji.
“Kami mengecam perlakuan ketua DPRD Morotai yang melakukan live tengah kunjungan kerja di Jakarta.”cetusnya
“Seharusnya dalam kunjungan tersebut, ketua DPRD membicarakan hal-hal terkait dengan langkah progres pembangunan di daerah, bukan malah bersenang-senang dan melakukan live di via-faccbook yang tentu Ini menunjukkan citra buruk terhadap lembaga. Maka butuh di evaluasi secara tegas,”pintanya
Lanjut aktivis IMM ini, Lembaga DPRD ada norma dan aturan yang mengikat terkait dengan kode etik yang harus di patuhi oleh anggota DPRD. Mulai dari menjaga sikap, perilaku, tata kerja, dan tanggung jawab. Serta menjaga martabat dan citra lembaga, Sebagai lembaga dewan perwakilan rakyat





