“Kerusakan talud itu dianggap fatal, karena batu-batu yang melekat pada pondasi langsung terlepas dan hancur, jadi kaya tidak pakai semen,”ujarnya
“Biasanya kalau ada banjir, air sampai meluber ke jalan, tapi kemarin pas hujan tidak ada air, tapi talud itu langsung ambrol, bahkan talud yang dekat makam juga sama, sudah retak-retak, itu yang mengerjakan kontraktornya sama,”sambungnya
Diketahui, Pembangunan talud jalan Puncel-Grogolan Kecamatan Dukuhseti menghabiskan anggaran Rp 196.716.000 dari APBD Pati tahun 2025
Proyek itu dikerjakan CV Jassba Asyiva Sejahtera dengan P : 25 M, H : 1,50 M kanan dan P : 202,50 M, H : 0,90 M kanan
Manfaat talud itu untuk meningkatkan sarana dan prasarana umum dan dikerjakan pada 03 Oktober sampai 01 Desember 2025
Kabid Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Pati Hasto mengaku sudah meminta rekanan untuk memperbaiki kerusakan talud, karena masih dalam masa pemeliharaan
“Hari ini mulai diperbaiki, dan saya minta untuk pasangan yang rapuh dibongkar dan dipasang lagi dengan campuran yang baik,”ungkapnya
Disinggung soal campuran semen yang dianggap kurang, Hasto membenarkan. Pasalnya, Untuk campurannya dalam proyek talud itu kurang baik
“Campurannya kurang baik, ini saya minta pengawasnya selain mengawasi perbaikan talud yang ambrol juga mengecek pasangan yang campurannya kurang baik untuk dibongkar dan dipasang lagi dengan campuran yang baik,”tandasnya





