Bupati mengingatkan, penanganan masa tanggap darurat telah dimulai dan akan berlanjut pada tahap konstruksi perbaikan rumah yang terdampak, termasuk membangun rumah baru bagi rumah yang hilang akibat banjir.
Penyaluran bantuan pangan berupa beras juga telah dilakukan ke sejumlah desa di Loloda Utara, dengan dua kapal yang melayani distribusi.
Untuk mengatasi hambatan akses transportasi laut dan darat, pemerintah daerah telah berkoordinasi dengan pihak pelabuhan Tobelo agar kapal KM Rajawali mulai melayani rute Tobelo-Loloda pada Rabu 21 Januari 2026.
Langkah ini diharapkan membantu distribusi hasil pertanian dan kebutuhan sembako warga serta memulihkan aktivitas sosial ekonomi masyarakat Loloda Utara.
Piet Hein juga menyampaikan apresiasi tinggi kepada TNI/POLRI, Satpol PP, PMI, BPBD, serta seluruh OPD yang cepat tanggap dalam penanganan bencana sehingga tidak terjadi korban jiwa.
Wakil Gubernur Sarbin Sehe menegaskan pentingnya kehadiran pemerintah untuk memastikan pelayanan dan bantuan sampai ke masyarakat terdampak agar dapat menjalani kehidupan dengan tenang.
Ia mengungkapkan bahwa normalisasi sungai Doitia sangat diperlukan untuk mencegah air kembali meluap ke pemukiman.
“Kerja sama dengan OPD teknis dan koordinasi tanggap darurat terus dipercepat,”ujarnya dilokasi bencana, (17/1/2026).





