Penutupan Ponpes Ndholo Kusumo Disorot DPRD Pati, Eko Kuswanto: Hak Pendidikan Siswa Harus Dijamin

Menurut Eko, tindakan yang dilakukan oknum kiai di Ponpes Ndholo Kusumo sangat mencederai psikologis para santriwati korban pelecehan seksual.

“Trauma yang dialami korban tidak bisa dianggap sepele. Ini menyangkut masa depan anak,” tegasnya.

Ia mendorong Kemenag Pati, Dinas Pendidikan, dan Dinas Sosial segera menurunkan tim psikolog untuk melakukan trauma healing di lingkungan pesantren.

Pendampingan itu, kata Eko, tidak hanya untuk korban langsung, tetapi juga bagi santri lain yang menyaksikan atau mendengar kasus tersebut.

“Santri yang tidak jadi korban pun bisa terdampak secara psikis. Rasa takut, cemas, dan tidak nyaman bisa muncul. Ini harus diantisipasi,” ujarnya.

Eko menilai, pemulihan psikologis sama pentingnya dengan proses hukum terhadap pelaku. Keduanya harus berjalan beriringan.

Ia khawatir jika tidak ada pendampingan, para santriwati akan kesulitan kembali belajar normal, apalagi saat ini bertepatan dengan jadwal ujian akhir.

“Ujian tetap harus jalan. Tapi pastikan anak-anak dalam kondisi siap secara mental. Pendampingan guru dan psikolog itu penting. Jangan sampai mereka drop out atau prestasi anjlok karena trauma yang tidak ditangani,” tegasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *