Ia menegaskan Muslimat NU bersama Perempuan Bangsa Kabupaten Pati akan bergerak di lingkungan pesantren karena dinilai lebih memahami kondisi lapangan.
“Kami akan bersama pengurus cabang dan anak ranting serta Perempuan Bangsa Kabupaten Pati di lingkungan pesantren yang lebih paham,” katanya.
Selain korban, Muslimat NU juga akan mendekati guru dan pengurus Ponpes Ndholo Kusumo yang ikut mengalami trauma akibat kasus tersebut.
“Informasinya korban banyak yang trauma, terutama guru dan pengurus di Ndholo Kusumo. Jadi kami akan mendampingi,” tegas Maisaroh.
Diketahui, Kasus dugaan pencabulan oleh pengasuh Ponpes Ndholo Kusumo saat ini ditangani Polresta Pati. Sesuai informasi ada 50 korban, namun baru 5 orang yang berani melapor.





