Kemensos Kecam Kekerasan Seksual di Ponpes Ndholo Kusumo Pati, Minta Pelaku Dihukum Maksimal

“Untuk meneruskan pendidikan, apakah dipindahkan atau tetap di situ, sepenuhnya diserahkan ke Plt Bupati berkoordinasi dengan Kemenag dan pemangku kepentingan lainnya. Pada dasarnya kita ingin akses pendidikan anak-anak kita tetap bisa diperoleh. Mereka bisa bersekolah di tempat yang paling aman dan nyaman,” jelasnya.

Profiling santri akan dilakukan untuk melihat kondisi ekonomi. Jika masuk kategori Desil 1 Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional DTSEN, santri tersebut layak disekolahkan di Sekolah Rakyat SR.

“Kita lihat dulu profil keluarganya. Jadi mungkin perlu pembahasan bersama dengan Bupati,” kata Gus Ipul menjawab kemungkinan santriwati untuk bersekolah di SR.

Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra menyampaikan bahwa penanganan korban kekerasan seksual harus dilakukan bersama-sama agar beban menjadi lebih ringan.

“Terima kasih Pak Menteri yang mendukung kami dalam penanganan di Ndholo Kusumo sehingga kami lebih ringan untuk pendampingan korban. Ada juga program dari Pak Menteri untuk korban Ndholo Kusumo,” ujar Chandra.

Chandra menambahkan, beberapa santri pindahan Ponpes Ndholo Kusumo akan diterima di Madrasah Aliyah Negeri MAN 1 Pati. Hal ini terutama bagi santri yang telah lulus dari jenjang SMP Ndholo Kusumo maupun santri pindahan MA Ndholo Kusumo.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *