Usai dilepas, seluruh atlet langsung masuk pemusatan latihan dan karantina ketat di hotel yang ditunjuk panitia. Tujuannya menjaga kebugaran dan kesiapan teknis sampai Porprov selesai.
“Buktikan bahwa Halmahera Utara tak cuma pandai menyelenggarakan, tapi juga punya kekuatan juara. Bertandinglah dengan semangat, disiplin, dan sportivitas. Bawa harum nama kampung halaman,” ujar Piet.
Pelepasan ini juga jadi simbol persatuan warga Halut di bawah falsafah Hibualamo. Kontingen mengusung moto “Dari Hibualamo Kita Raih Prestasi”.
“Para atlet diharapkan tampil habis-habisan, menjunjung kejujuran bertanding, dan membawa kebanggaan bagi seluruh masyarakat Halmahera Utara,” pintanya





