Ia menduga oknum itu adalah warga Desa Tlogosari sendiri. Perbuatannya disebut sudah meresahkan, mulai merusak spanduk ponpes hingga mencuri sembako di asrama.
“Di Tlogosari ini sekolah per berapa ratus meter sudah ada pondok. Jadi ini tidak wajar,” katanya.
Meski tanpa izin, Mulyati memastikan Ndholo Kusumo tetap bisa bertahan. Sebab operasional ponpes ditopang donatur, bukan dana hibah pemerintah.
“Pondok ini bisa jadi contoh. Tidak dapat dana hibah pemerintah bisa membiayai sendiri. Donatur akan terus mendanai, niatnya shodaqoh,” ungkapnya.
Saat ini ia bersama pengasuh dan wali santri sudah berkoordinasi dengan Pemdes Tlogosari. Hasilnya, warga mengizinkan bangunan eks-ponpes tetap ditempati santri.
“Kami harapkan izin pondok buka kembali sesuai prosedur. Yang penting santri boleh menempati bekas pondok, karena anak-anak nggak mau pindah,” pungkas Mulyati.





