Kepala Lapas Kelas IIB Pati, Suprihadi, menyebut kegiatan ini sebagai tonggak dalam proses pembinaan. Ia menekankan agar ikrar tidak berhenti di atas kertas.
“Ikrar kesetiaan kepada NKRI menjadi momentum penting dalam pembinaan. Kami berharap ini benar-benar diwujudkan dalam sikap dan perilaku sehari-hari. Ini bagian dari upaya mempersiapkan mereka kembali ke masyarakat dengan membawa nilai-nilai kebangsaan,” katanya.
Suprihadi menambahkan, pembinaan tidak akan berhenti sampai di sini. Setelah ikrar, S dan SW akan terus dibina agar pemahaman kebangsaannya semakin kuat dan pola pikirnya semakin positif.
Ke depan, lapas akan menggandeng berbagai pihak untuk memastikan proses reintegrasi berjalan baik. Tujuannya agar keduanya bisa diterima kembali di tengah masyarakat dan memberi dampak positif.
Bagi Lapas Pati, ikrar ini adalah bukti bahwa perubahan itu mungkin. Dengan pembinaan yang konsisten, pendampingan berkelanjutan, dan dukungan semua pihak, warga binaan diharapkan mampu kembali menjadi bagian dari masyarakat yang cinta NKRI.





