“Sebenarnya sudah banyak korban yang jatuh, karena tidak melihat jalan berlobang tergenang air,”Sindirnya.
Kerusakan jalan ini terjadi setiap tahun. Hal itu disebabkan karena dampak genangan air dari curah hujan. Pihak dinas selama ini hanya melakukan rehab saja, dan belum ada upaya untuk melakukan pembangunan jalan yang menjadi langganan kerusakan jalan.
“Untuk titik kerusakan selalu ditempat yang sama, seharusnya itu dibangun kembali, bukan cuma tambal atau direhab saja, yang akibatnya perbaikan jalan itu mudah rusak kembali,”Ujar Dika.
Terpisah, Plt Kepala DPUTR Kabupaten Pati Sudarno ketika hendak dikonfirmasi di kantornya tidak ada ditempat, namun melalui pesan WhatsAppnya, ia mengaku sudah melakukan pemeliharaan spot-spot jalan yang rusak.
“Kalau pemeliharaan sudah dilakukan di spot-spot yang rusak,”Singkatnya.
(**/red)





