“Kalau kerugian sekitar Rp 3 Milyar, karena banyak tanaman yang siap panen, maupun petani yang sudah diberi uang panjar, namun tanamannya mati akibat terpendam lumpur,”Ujarnya.
Hal senada juga disampaikan Karyanto, salah satu kelompok tani bawang merah desa Ngurenrejo. Menurutnya, Banjir yang terjadi akibat tanggul di 2 sungai jebol. Sehingga berdampak ke sawah hingga pemukiman warga.
“Ada tanggul di 2 kali jebol, sehingga berdampak ke sawah yang ditanami bawang merah,”Paparnya.
Akibat banjir, mengakibatkan tanaman bawang merah busuk dan mati, karena terendam lumpur saat banjir.
“Coba lihat banyak tanaman bawang merah yang terendam lumpur banjir, bahkan ada yang terbawa arus, sehingga tanamannya hilang,”Keluhnya sembari menunjukkan tanaman bawang merah yang masih terpendam lumpur akibat banjir.
(Ws:01/RedZ1)





