Ia berharap, kebutuhan terhadap SDM Arsiparis di Malut agar terus ditingkatkan dalam upaya mendorong kerja-kerja kerasipan di daerah secara maksimal. “Ini harus menjadi perhatian serius kita bersama, “ajaknya.
Sebelumnya, Kepala ANRI Imam Gunarto saat membuka kegiata ini menyampaikan, Maluku Utara memiliki sejarah yang cukup mendunia ketika didatangi oleh bangsa asing di mana hegemoni kekuatan kepitalis saat itu menguasai belahan asia
Menurutnya, ini bisa kita lakukan apabila materil barat dalam menghegemoni wilayah timur itu ada arsipnya. Dengan melalui arsip kata Imam, bukan untuk menangisi masa lalu atau menyesali sesuatu yang pernah terjadi di masa lalu, tapi kita justru mempelajari hal itu untuk mengsinpirasi kita agar tak lagi di hegemoni oleh kekuatan asing.“Semua orang harus belajar dari daerah (Malut) ini, “katanya.
Dikatakan, Negara Indonesia sejauh ini masih belajar ke Leiden atau Inggris terkait arsip. Hal itu menurutnya, karena Arsiparis belum bekerja secara maksimal dalam menyelematkan arsipnya.
Dalam konteks Rakorda ini kata Imam, tentu saja ada tujuan besar yaitu agar kita bisa mengiptomalkan penyelenggaraan kearsipan sehingga arsipnya menjadi tertib kemudian transformasi digitial bisa kita lakukan.”Ini tentu saja memori kolektif bangsa bisa kita selamatkan, “terangnya.
Kegiatan rakorda ini juga diikuti oleh Duta Arsip, Rieke Diah Pitaloka yang juga sebgai Anggota DPR RI Komisi VI melalui Zoom Meeting dan para pserta lainnya. (Adi/RedZ1)





