Kadis Ketahanan Pangan (Disketpang) Kepsul, Sitihawa Marasabessy saat di wawancara disela-sela kegiatan GPM tersebut mengatakan bahwa, guna menjaga ketahanan pangan masyarakat maka pemerintah perlu menggelar pasar pangan murah untuk mensubsidikan kebutuhan pokok dengan harga yang sangat terjangkau.
“Dengan adanya GPM ini maka masyarakat bisa membeli bahan pangan yang harganya jauh di bawah harga pasar.Namun kata dia,pasar murah ini hanya di prioritaskan kepada masyarakat yang kurang mampu,”jelasnya.

Lebih lanjut, Hawa menjelaskan bahwa kegiatan GPM ini telah dilaksanakan secara serentak di Indonesia.
Untuk melakukan GPM ini, Kepala Badan Pangan Nasional mengarahkan Pemerintah Daerah untuk bekerja sama dengan Bulog, Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) dan Pembinaan Kelompok Kegiatan (Poktan) serta petani di Kepulauan Sula.
“Beras sebanyak 4 ton yang dijual di pasar pangan murah ini didistribusikan langsung oleh Bulog. Namun, Distribusi beras 4 ton sampai masuk di Kepsul ini menjadi tanggungjawab kita agar kita bisa mendapat harga eceran tinggi (HET). Kemudian gula pasir yang di jual di pasar pangan murah ini hanya 200 kilo lebih,”ujarnya.
Tambah dia, tiga Dinas yang menggelar kegiatan GPM ini masing-masing punya hubungan kerja yang berbeda-beda, yakni Dinas pertanian bekerja sama dengan petani sayur dan Diskoperindagkop bekerja sama dengan petani gula.
“Kegiatan ini dilakukan menjelang hari-hari besar keagamaan. Kemudian menjelang Natal dan tahun baru juga akan dilaksanakan pasar pangan murah yang sama yang difasilitasi badan pangan nasional,”tutupnya.(Edl. 03).





