NHM Berikan Edukasi Kebencanaan untuk Murid-murid SD di Lingkar Tambang

“Ini penting untuk memberikan edukasi kebencanaan pada anak usia dini, untuk itu maka kami lebih memfokuskan sasaran sosialisasinya ke Sekolah Dasar yang juga desanya paling rentan terhadap bencana alam,” jelasnya.

Simulasi bersama para murid juga diadakan untuk melatih respon mereka jika terjadi bencana dan cara menangani resiko yang ditimbulkan.

“Dalam edukasi kebencanaan ini, selain memberikan pengetahuan untuk menumbuhkembangkan sikap kepedulian terkait bencana alam, kami juga melakukan praktek simulasi evakuasi ketika terjadi bencana gempa bumi”, tambahnya.

Sementara itu, Welly Lumahu, Kepala Desa Bori sekaligus Ketua Komite SD Adven Bori kepada tim Komunikasi menuturkan bahwa di desa mereka selain bencana gempa bumi yang umum terjadi, sambaran petir, abrasi laut dan banjir juga sering terjadi.

“Walaupun sejauh ini belum ada korban jiwa, tapi kerugian materil kerap dialami. Seperti yang terjadi baru-baru ini di mana rumah warga terbawa hanyut oleh abrasi laut. Selain itu desa kita juga dialiri dua sungai yang ketika hujan sudah pasti akan timbul banjir,” tuturnya.

Lilian Makatika, S.Pd, selaku Kepala SD Adven Bori dalam sambutannya mengakui bahwa kegiatan edukasi ini sangatlah penting sebagai pengetahuan untuk para guru dan murid.

“Kami berterimakasih kepada NHM yang telah melaksanakan sosialisasi ini di sekolah kami. Ini merupakan kali pertama sosialisasi kebencanaan ini dilakukan di sekolah kami,” ungkapnya.

Sama halnya dengan sosialisasi yang dilakukan di SD Inpres Takome Gamlamo Desa Makaeling, Kao Teluk.

Ditemani para guru, puluhan pelajar SD tersebut antusias menerima berbagai edukasi yang diberikan oleh tim SP NHM.

Mulai dari literasi kebencanaan, hingga saat simulasi dilaksanakan.

Pihak sekolah sangat berterimakasih kepada NHM yang sudah melaksanakan kegiatan tersebut mengingat pentingnya pengetahuan dasar sejak dini bagi para murid dan guru dalam tanggap menghadapi bencana, mengingat Desa Makaeling juga salah satu wilayah yang rawan terhadap bencana di Kecamatan Kao Teluk.

Program Edukasi Kebencanaan ini akan terus dilaksanakan di kecamatan-kecamatan lainnya, seperti di Kecamatan Kao, Kao Barat dan Malifut. Bahkan jika memungkinkan, di satu kecamatan untuk dapat dilaksanakan tidak hanya di satu desa (man-02).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *