Halmahera Utara, zonasatu.net || Perseturuan Bupati Halnahera Utara Frans Manery dengan GMKI Cabang Tobelo kembali mendapat sorotan
Hal itu lantaran diantara 2 kubu, yakni Bupati dan GMKI saling ngotot lantaran keduanya sama-sama membuat laporan ke aparat kepolisian
Bupati, yang mengatasnamakan Pemda Halmahera Utara melaporkan GMKI cabang Tobelo atas dasar pengrusakan fasilitas negara
Satu sisi dari pihak GMKI melaporkan sikap Bupati ke Polda Maluku Utara, dengan perkara ancaman pembunuhan lantaran saat demo dikejar menggunakan parang oleh Bupati
Perkara yang saat ini dalam proses penanganan oleh pihak yang berwajib, membuat Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Halmahera Utara angkat bicara.
Ketua GAMKI Halmahera Utara Sudarmin Piliema meminta agar GMKI dan Bupati Frans Maneri bisa berdamai dan duduk bersama agar persoalan keduanya tidak berbuntut panjang.
“Kami berharap kepada kedua belah pihak untuk dihentikan, dan dicari jalan keluar dengan cara berdamai,”harap Sudarmin, kepada zonasatu.net sabtu (8/6/2024)
Sembari menuturkan, meski GAMKI juga mengutuk tindakan Frans manery saat membubaarkan massa aksi menggunakan benda tajam (parang).
Namun dirinya menilai, kasus antara Bupati dengan GMKI tersebut sudah ada interfensi dan dipolitisasi oleh kelompok.





