Selama ini, kata Rita, pihaknya menggunakan konsultan dari Perusahaan PT Teknik Engginering, setelah dari konsultan mengecek langsung ditemukan limba tidak bermasalah di PT Nico
“Soal limbah, semuanya kami kroscek langsung dilapangan, jadi dibilang limbah PT Nico dibuang ke laut itu tidak benar,” tegasnya
Air limbah yang keluar itu melalui proses, dimana semuanya bahan hasil pengolahan dari kolam yang diatur tidak mengandung racun.
“Semua limbah yang keluar organik, tidak beracun, karena semua itu sudah kita kroscek,” tegasnya
Sedangkan limbah yang tersebar di pantai Kupa-Kupa, menurut Rita terdapat pipa limbah yang bocor. Namun, pihaknya sudah mengambil langkah cepat untuk memperbaiki pipa tersebut.
“Insiden pipa limbah yang bocor itu, kami sudah perbaiki. kami pastikan limbah itu tidak beracun,” tegasnya.
Hal senada juga disampaikan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Halmahera Utara Sudhihard Noya, pihaknya sudah terjun langsung ke lokasi
Namun, pihaknya saat itu menemukan ampas kelapa di pantai Kupa-Kupa, setelah di cek terdapat kerusakan pipa pembuangan limbah PT Nico.
“Kami sudah turun ke lapangan, memang ada kerusakan pipa. Dan saya sudah perintahkan agar segera diperbaiki,” ujarnya.
Dirinya mengakui, bahwa limbah cair yang tertumpah ke laut, dari hasil penelitian labolatorium DLH tidak berdampak.
“Soal air limbah, hasil uji laboratorium tidak terdampak, bahkan kami juga melakukan pemeriksaan setiap bulan air itu tidak beracun,” tutur Nany sapaan Yudhihar.
Sementara soal ikan mati di bak penampung produksi limbah, kata DLH itu kekurangan oksigen, bahkan itu sejak Pebruari lalu.
“Kasus ikan mati di bak produksi limbah itu sudah lama. Dan itu kekurang oksigen,” pintahnya.





