“Dulu jalan tani terputus di karenakan ada tambang. Ini baru mau di ajukan ke pemkab lagi untuk jalan tani, karena sebelumnya terjadi longsor,”ucapnya
Ia mengaku bersama warga yang lain sudah berupaya mengadu ke pemerintah desa agar masalah yang ditimbulkan oleh akitivitas tambang ilegal bisa diselesaikan.
Anehnya, respon dari pemerintah desa ternyata tidak sesuai dengan keinginan warga
“Warga sempat mengadu kepada Kepala Desa, tapi hasilnya tidak sesuai keinginan kami. Kepala Desa mengaku bahwa itu kebijakan pemkab,”sesalnya
Terpisah, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dispermades) Kabupaten Pati Tri Haryama mengaku prihatin
Menurutnya, Oknum perangkat desa itu seharusnya bisa memberikan contoh yang baik kepada masyarakat, tidak harus terlibat dengan adanya tambang ilegal
“Saya belum dapat informasi itu, nanti akan saya kroscek untuk kebenaran adanya oknum perangkat desa yang terlibat soal tambang galian c,”singkatnya





