Belasan Tambang Ilegal Menjamur Di Kendeng, Warga Wadul DPRD

Sejauh ini, Lanjut Dia, Negara belum bisa mengembalikan soal kerusakan alam, namun dipegunungan kendeng, penambangan yang ada terkesan dibiarkan

“Para penambang selama ini tidak pernah melakukan sosialisasi, tanaman kami rusak, selalu terjadi banjir, dan banyak lagi dampaknya, jadi harus ditutup,”desaknya

Ketua Komisi C DPRD Pati Joni Kurnianto mengaku sangat respon dengan tanggapan warga soal penutupan tambang yang tanpa berijin

Ia mengaku akan membentuk tim gabungan yang terdiri dari Pemerintah Kabupaten maupun dari Provinsi untuk melakukan pengawasan

“Penambangan diwilayah pegunungan kendeng itu bukanlah persoalan baru, tapi sudah menjadi persoalan lama, dan hingga kini tidak pernah selesai,”katanya

Menurutnya, Hasil audensi dengan warga Sukolilo mencatat ada 17 tambang yang beroperasi, tapi yang berijin hanya 2,

“Itu memang kewenangan provinsi, dan akan kami sampaikan permasalahan ini supaya bisa ditindak lanjuti,”ucapnya

Sejauh ini, Lanjut Politisi Partai Demokrat itu mengungkapkan, dampak dari penambangan itu banyak dikeluhkan masyarakat, mulai banjir, tanaman warga rusak, debu dan lain-lain

“Ini harus ada perhatian dari pemerintah Provinsi maupun Kabupaten, kalaupun tidak berijin maka harus dilengkapi, sudah sering masyarakat demo, tapi terkesan tidak ada tanggapan,”ujarnya

“Kami sepakat dengan keluhan warga, kalaupun penambangan itu tidak berijin supaya ditindak,”tambahnya

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *